Kebencian dan Kemarahan Akan Membunuh Kita

Seperti diketahui, emosi dari kondisi psikis kita berkaitan erat dengan hormon kathekolamin dan adrenalin--melalui jalur neurohumoral--emosi kebencian dan kemarahan yang bersifat immaterial bias diubah mjd sesuatu yang bersifat organic/fisik/somatic yaitu system endokrin hormonal dan jalur pernafasan. Ini menyebabkan sekresi adrenalin dalam darah meningkat yg menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, pembuluh darah ke jantung menyempit, meningkatnya asam lambung yg menyebabkn muntah dan maag, menyempitnya pembuluh darah otak yg menyebabkan pusing. Inilah kunci mengapa kejengkelan, kebencian dan kemarahan bisa membunuh kita.

Ketika kita membenci musuh2 kita, kita sebenarnya memberikan mereka kekuatan atas kita, kekuatan atas tidur kita, nafsu makan kita, tekanan darah kita, kesehatan kita, dan kebahagiaan kita. Musuh2 kita akan menari gembira jika saja mereka tau betapa mereka membuat kita cemas, mengoyak-oyak kita dan menyamakan kedudukan dengan kita. Kebencian kita tidak menyakiti mereka sama sekali, tetapi kebencian kita hari dan malam kita menjadi angina dan badai dari neraka.

Seorang psikiater peneliti terkemuka dari Amerika mengatakan “ apabila seorang egois berusaha mengambil keuntungan dari anda, coret mereka dari daftar anda, tapi jangan berusaha untuk menyamakan kedudukan (membalas mereka). Ketika anda mencoba untuk membalas mereka, anda akan menyakiti diri anda lebih daripada anda menyakiti orang itu”.

Mengapa menyamakan kedudukan dalam artian membalas menyakiti mereka akan menyakiti anda pula?? Menurut majalah life kuno, hal itu bahkan bisa merusak kesehatan anda. “karakter umum seorang pengidap tekanan darah tinggi adalah kebencian,” kata life. “Ketika kebencian itu menjadi kronis,tekanan darh tinggi kronis dan gangguan jantungpun akan muncul,” katanya.

Jadi anda bisa melihat bahwa ketika nabi Isa mengatakan,”Cintailah musuh-musuhmu”, ia tidak hanya mengajarkan sebuah etika kehidupan. Ia juga tengah mengajarkan pengobatan abad ke-20. ketika Ia mengatakan,”Maafkan 77 kali”, Nabi Isa mengajarkan umat manusia bagaimana caranya untuk menjaga dari penyakit tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan sebagainya.

Banyak wanita dan juga pria yang wajahnya keriput dan tampak tua karena kebencian serta berubah bentuk akibat kemarahan terus menerus. Perawatan kecantikan di mana pun tak akan dapat memperbaiki penampilan mereka seperti yang bisa dilakukan sebuah hati yang penuh maaf, kelembutan, kedamaian dan cinta. Kebencian menghancurkan kemampuan kita untuk menikmati makanan, pekerjaan kita. Tidaklah orang yang telah menyakiti kita akan melonjak-lonjak gembira bila tahu bahwa kebencian kita padanya telah menjadikan kita lemah, lelah, tegang, menghancurkan penampilan kita, memberikan kita masalah jantung, dan mungkin juga memperpendek usia kita?

Bahkan seandainya kita tidak bisa mencintai orang yang telah menyakiti kita kita, setidaknya kita bisa mencintai diri kita sendiri dengan sebegitu rupa, sehingga tidak membiarkan orang-orang yang menyakiti kita mengendalikan kebahagiaan kita, kesehatan kita, dan penampilan kita.